• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Kepsek SD Kristen Rehobot Apresiasi Program Kampus Mengajar

    Jumat, 07 Mei 2021, Mei 07, 2021 WIB Last Updated 2021-05-08T00:44:06Z


    buser-indonesia.com - Kupang - Kepala Sekolah SD Kristen Rehobot, Mariajine Soares, S.Pd, mengapresiasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana Kupang yang ikut berperan dalam program “Kampus Mengajar” dari Kemendikbud Ristek guna meningkatkan pemahaman literasi siswa. Hal tersebut disampaikan kepada media ini, Jumat, (07/05/2021).



    Demikian, Mariajine mengapresiasi terobosan baru dari Kemendikbud Ristek tersebut. Baginya, program Kampus Mengajar yang melibatkan peran mahasiswa dalam bekerja sama sangat membantu tenaga pendidik di sekolah, terkhususnya SD Kristen Rehobot.



    “Dengan adanya kehadiran dari Program Kampus Mengajar yang di buat oleh Kemendikbud Ristek dengan mengutus mahasiswa ke sekolah-sekolah untuk membantu pembelajaran di masa pandemi ini sangat membantu sekali untuk guru-guru, terkhususnya di SD Kristen Rehobot", ujarnya.



    Dalam kesempatan tersebut, Mariajine, menyampaikan bahwa kemampuan siswa dalam literasi memiliki pengaruh besar dalam dunia pendidikan. Semakin tinggi kemampuan literasi siswa maka semakin besar pula wawasan yang mereka dapatkan.



    Lanjut, ia mengatakan bahwa proses pelayanan pendidikan sangat dipengaruhi oleh pandemi Covid-19, sebab seluruh aktifitas  berubah dari tatap muka ke online (daring) juga sangat berpengaruh dalam proses belajar dan mengajar.



    “Selama masa pandemi ini, untuk literasinya tidak berjalan dengan baik karena kendalanya anak-anak tidak bertatap muka, jadi jangkauan guru-guru terhadap anak sulit karena pembelajaran di sekolah ini memakai sistem sift terbatas yaitu pertemuan dua kali seminggu dimana guru-guru memaksimalkan sebaik mungkin untuk pembelajaran di kelas mengingat waktu yang terbatas." ujarnya



    Ia juga menyampaikan bahwa proses belajar dan mengajar juga mendapat kendala dikarenakan banyak peserta didik yang tidak memiliki handphone android.



    Meski demikian, Mariajine menyampaikan bahwa untuk membantu peserta didik  tetap mengikuti proses belajar dengan baik di masa pandemi, maka proses belajar dan mengajar tatap berlakukan tatap muka dengan membagi sift dan di laksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penularan covid-19.



    "Setiap minggu dilakukan dua kali tatap muka. Setiap kelas jadwalnya berbeda dimana siswa kelas 1 dan 2 setiap hari senin dan selasa, kelas 3 hari rabu-kamis dan kelas 6 adalah kelas persiapan ujian jadi tatap muka setiap hari", ujarnya.



    Terkait dengan program Kampus Mengajar yang cukup berkontribusi bagi siswa sekolah tersebut,  Agustina Bui  yang merupakan salah satu siswa kelas 4, merasa senang dengan adanya program ini.



    "Kami senang di ajar oleh kakak-kakak mahasiswa", pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    1 komentar:

    Terkini