• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Jadi Tuan Rumah HKAN 2021: Target Promosi Kekayaan Alam dan Budaya dan Perputaran Ekonomi NTT

    Kamis, 06 Mei 2021, Mei 06, 2021 WIB Last Updated 2021-05-07T01:42:25Z



    buser-indonesia.com - Kota Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tuan rumah perayaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2021. BBKSDA NTT dan Pemerintah Provinsi NTT melalui perayaan tersebut di NTT menargetkan promosi keindahan kekayaan alam dan nilai-nilai budaya NTT. Juga diharapkan perayaan HKAN 2021, dapat menggerakan perputaran ekonomi masyarakat NTT melalui vestifal atau pameran produk ekonomi kreatif masyarakat NTT.



    Hal ini disampaikan Kepala BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) NTT, Ir. Timbul Batubara, M.Si saat jumpa  pers bersama sejumlah wartawan dari berbagai media; baik cetak maupun online, Televisi dan Radio pada Kamis (06/05/20201) di Kantor BBKSDA NTT.



    “Kita ingin tekankan, bahwa melalui kegiatan ini (HKAN 2021, red) kita ingin menegaskan nilai- nilai yang ada di NTT, bahwa daerah NTT dan alamnya ini luar biasa. Seperti yang dikatakan pak Gubernur NTT (Viktor Bungtilu Laiskodat/VBL), Daerah NTT ini sektor pariwisatanya nomor satu. Jadi, kita harap dengan ada kegiatan nasional (HKAN 2021, red) disini, ada perputaran ekonomi di sini (di NTT, red),” jelas Timbul Batubara. 



    Menurut Kepala BBKDA NTT itu, jumlah tamu yang akan datang ke NTT dapat menggerakkan ekonomi NTT. Terutama mulai dari sektor penginapan (perhotelan), kuliner dan UMKM yang berhubungan dengan kain adat dan lain-lain seperti; teh kelor, Kopi Flores, wisata Komodo, dll. “Kita menggunakan momentum ini untuk mempromosikan bahan lokal yang ada di sini (di NTT, red). Jadi harapannya dengan kegiatan HKAN, mereka yang datang ke NTT bisa belanja sebulan di NTT,” imbuhnya.



    Kepala BBKSDA NTT itu mengungkapkan, di perayaan HKAN 2021, BBKSDA NTT akan memaparkan (baik video maupun data) bahwa NTT itu indah dan satwanya juga luar biasa. Selain itu, dukungan PEMDA NTT dan Gubernur NTT (VBL)  juga baik dan luar biasa. Berikut, masyarakat NTT juga mendukung kegiatan tersebut. 



    Terkait agenda kegiatan HKAN 2021, Kepala BBKSDA NTT menguraikan ada dua kegiatan besar yakni perayaan HKAN itu sendiri dan yang kedua, yaitu vestifal. Selanjutnya kegiatan Jambore Konservasi yang diikuti oleh masyarakat, yang akan dibawa oleh Balai Konservasi lain, dari daerah yang lain di Indonesia. 



    “Nanti akan ada juaranya juga. Disitu ada pengumuman juara lomba video konservasi. Dalam kegiatan tersebut akan ada pameran, ada pengumuman pemenang lomba, pelepasliaran satwa, penanaman pohon, dsb. “Jadi publikasi ke publik juga harus online; TV, Radio, Face book, IG, dan youtobe. Hari puncak perayaan HKAN, kita berharap dihadiri Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo),” tandasnya. 



    Karena masih pendemi, kata Timbul Batubara, sehingga kegiatannya dilaksanakan secara online dan offline. Sedangkan terkait vestifal, ada Event Organizernya/EOnya sendiri. “Jadi, nanti ada pameran yang berkaitan dengan produk-produk wisata dan itu terhubung dengan international atau go international. Akan terhubung dengan APHI Amerika dan Jepang. Misalkan saat pameran tentang Komodo, secara virtual dilihat oleh Jepang atau Amerika. Apabila menarik, mereka bisa melakukan kontrak terkait wisata Komodo tahun 2022 untuk 500 orang misalkan,” jelasnya lagi. 



    Jadi, lanjut Timbul Batubara, ini bisa dinamakan business to business. Kita harap dengan adanya vestifal ini, setelah kegiatan HKAN 2021, akan ada sekian MOU (memorandum of understanding) antara Pemda NTT dengan Biro Perjalanan Wisata (Nasional maupun Internasional, red).



    Timbul Batubara mengatakan, “saya Merebut HKAN dengan tantangan dan harapan hanya satu tujuan yakni semoga dengan kegiatan HKAN 2021 ini, ekonomi NTT bisa bergerak. Saya mau omong soal budaya kita disini (di NTT, red). Di sini budayanya masih kuat dan menyatu dengan alam, sehingga bapak Dirjen KSDAE bilang kalau mau belajar konservasi itu, silahkan belajar dari NTT karena nature and culture in harmony (alam dan budayanya harmonis). Saya katakan harmoni antara budaya dan alam, karena tidak ada budaya yang lahir tanpa didukung oleh alam. Tidak ada alam yang lahir dan bertahan tanpa budaya. Kalau budayanya porak-poranda, alamnya pasti porak-poranda.”



    Lebih lanjut Kepala BBKDA NTT itu mengingatkan, bahwa kita harus katakan NTT itu indah, NTT itu luar biasa, karena keyakinan itu akan membentuk mental kita untuk menjadi yang terdepan. Kalau dalam kegiatan HKAN yang kita bicarakan itu kelemahan dan kekurangan kita (kekurangan atau kelemahan NTT,red), maka tidak ada artinya HKAN bagi NTT. 



    “Kita harus bicara kekuatan dan kelebihan kita (kekuatan dan kehebatan NTT, red). Kita harus menghargai nilai lebih kita, karena disitu energi kita untuk bangkit. Kalau kita katakan NTT Bangkit tanpa tahu kekuatan kita, itu omong kosong. Itu lip service saja,” ujarnya.



    Perlu saya gambarkan, tambahnya, bahwa ketetapan penyelenggaraan HKAN 2021 di NTT awalnya berat, karena pertimbangan situasi Covid-19. Tetapi seiring dengan adanya vaksin, maka diputuskan dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes). “Jadi saya minta teman- teman (media/pers, red) bantu pantau, kalau ada kegiatan yang gaduh, bisa lapor ke kita (BBKSDA NTT, red),” pintanya. (red/bbksdantt)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini