• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Kabid Humas Polda NTT : Korban Dibunuh Lalu Jasadnya Disetubuhi

    Jumat, 21 Mei 2021, Mei 21, 2021 WIB Last Updated 2021-05-22T02:43:11Z

    Foto Pelaku : Yustinus Tanaem 


    buser-indonesia.com - Kota Kupang - Setelah melakukan pemeriksaan selama empat hari terhadap sejumlah saksi, Tim direktorat Reskrimum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil membekuk Yustinus Tanaem.


    Yustinus Tanaem ditangkap karena terlibat pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Yuliani Apriani Welkis alias Nani (19) gadis belia asal Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.


    Pelaku berhasil ditangkap di Jalan Timor Raya, Kelapa Lima beserta handphone (Hp) milik korban oleh Unit Resmob Subdit 3 Jatanras Polda NTT berdasarkan keterangan saksi, rekaman CCTV, kloning CDR Nomor Handphone korban yang diketahui berkomunikasi dengan pelaku.

    Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa beberapa pakaian korban berupa celana, baju, celana dalam, masker, uang pecahan Rp.20.000 sebanyak dua lembar dan dua Rekaman CCTV dari hasil rekaman kamera milik toko Jaya Pratama, Jenni Computer, toko Kios Kaos dan Cafe Kopi Kulo.

    Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, SH, SIK, MH
    Ket Foto : Istimewa


    Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, SH, SIK, MH, membenarkan hal tersebut pada Jumat, (21/05/2021).


    Diketahui, untuk menjalankan perlakuan tidak manusiawinya tersebut, dirinya (Pelaku, Red.) memanfaatkan media sosial yakni Fabcebook untuk melabui korbannya dengan menggunakan akun palsu yang di ketahui menggunakan Ary Tyo Tyo sebagai namanya.


    Akun tersebut digunakan pelaku untuk melakukan modus penipuan bahwa, akan membantu korban untuk bekerja di Gudang Bumi Indah Osmok, Kecamatan Kupang Barat.

    Dari hasil pemeriksaan HP dan pesan messenger facebook milik pelaku, ternyata ada sejumlah wanita lain yang akan menjadi korban Tinus, dengan modus penipuan yang sama.


    “Mereka melakukan komunikasi dengan menggunakan messenger facebook dan juga via telepon, dimana pelaku menjanjikan korban untuk bekerja di Osmok,” ujar Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto.


    Ia menyampaikan bahwa korban diperlukan dengan cara yang sangat tidak manusiawi, korban dibunuh lalu jasadnya disetubuhi.


    Ia juga menjelaskan, korban dijemut pelaku pada Jumat, (14/04/2021) sekitar pukul 14:10 Wita menggunakan sepeda motor di depan ruko bekas kantor OJK, Jalan Frans Seda, Fatului, Kota Kupang.


    “Kemudian pelaku membonceng korban menuju jalan El Tari kemudian menuju arah Bakunase. Sesampainya di Baktakte, pelaku berhenti dan memarkir motornya jauh dari pemukiman warga,” jelasnya.



    Setelah itu pelaku beralasan hendak bertemu temanya yang rumahnya berada di dalam hutan. Pelaku dan korban pun menuju hutan untuk bertemu kawan pelaku.


    Kemudian korban dimintai untuk berhubungan badan tetapi korban menolak dan hendak melarikan diri, pelaku lalu mengambil sebilah pisau dan mengancam korban akan dibunuh, bila tidak menuruti kemauannya.


    Kemudian pelaku mencekik korban dan membuka paksa celana korban, akan tetapi korban melakukan perlawanan dengan mencakar leher dan kemaluan pelaku sehingga saat itu pelaku langsung membanting korban kemudian menikam korban dengan sebilah pisau ke arah dada kiri korban sebanyak 1 kali sehingga korban tidak bergerak.

    Setelah itu, Pelaku kemudian memperkosa korban dan mengambil uang milik korban sebesar Rp.150.000, serta 1 buah handphone dan langsung meninggalkan korban.


    “Pelaku menikam dada kiri korban (Nani Welkis, Red) dengan pisau milik pelaku. Saat korban meninggal dunia, pelaku memperkosanya,”  tambah Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto.


    Penyidik Direktorat Reskrimum Polda NTT masih mendalami motif pembunuhan ini dan selanjutnya diserahkan ke Polres Kupang.


    Dari hasil interogasi, maka diketahui  sang pelaku mengakui pernah melakukan aksi yang sama pada sebelumnya terhadap korbannya yang bernama Marsela Bahas, siswi SMA di Kecamatan Kupang Barat pada bulan Februari lalu.


    Atas perlakuannya tersebut, pelaku yang berprofesi sebagai sopir dan beralamat di RT. 09/RW. 03 Desa Camplong 2, Kecamatan Fatuleu, dikenakan pasal 340 KUHP sub Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan (dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa/nyawa orang lain) dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini