• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Beginilah Kondisi Pembelajaran Di SMP Swasta Nusa Timor Fatuleu Selama Masa Pendemi

    Kamis, 13 Mei 2021, Mei 13, 2021 WIB Last Updated 2021-05-13T16:46:42Z


    buser-indonesia.com - Kupang -  Wakil Kepala Sekolah SMP Swasta Nusa Timor Fatuleu, Yaneldo Y. Reyani, memberi apresiasi kepada mahasiswa Universitas Nusa Cendana Kupang terkait kegiatan untuk "mengetahui tentang kondisi dan perkembangan siswa saat menghadapi proses belajar dan pembelajaran lewat online (daring)". Hal tersebut disampaikan kepada media ini, Selasa (11/05/2021).



    Dihadapan para mahasiswa, Ia menyampaikan, perkembangan siswa saat belajar online (daring) dalam masa pendemi Covid-19, dalam hal perkembangan dari sudut pandang kemampuan intelektualitasnya kurang efektif. 



    "Kami sebagai guru sangat sulit untuk menilai bagaimana perkembangan kemampuan intelektual siswa dan siswi kami. Kemampuan intelektualitasya menurun. Karena ada berbagai kendala yang di hadapainya seperti siswa-siswa susah mengetahui informasi dan mencari bahan-bahan materi dari internet", ujar Yaneldo. 



    Selanjutnya perkembangan siswa dalam menghadapi proses belajar dan pembelajaran secara online pada masa wabah Covid-19 sangat mempengaruhi tingkat perkembangan karakter(moral) bagi siswa-siswi SMP Swasta Nusa Timor Fatuleu. 



    Ia menjelaskan, perkembangan karakter siswa pada masa pendemi Covid-19 ini sangat memprihatinkan. Karena siswa sudah terbiasa di rumah dan akan sangat terganggu dengan pekerjaan-pekerjaan dari orang tua. Baik bekerja membantu orang tua di kebun maupun pekerjaan lainya.



    "Di sekolah kami kondisi pada saat belajar online siswa sangat kesulitan karena hampir 80% siswa tidak memiliki handphone android untuk melihat dan mendownload bahan-bahan ajar maupun tugas yang diberikan oleh kami. Sehingga siswa harus meminjam dan memaksa orang tua untuk membeli handphone(hp)"



    Ia juga mengatakan hampir 80% siswa memiliki perekonomian yang kurang bagus, sehingga membuat siswa tidak mengerjakan dengan baik segala tugas-tugas yang di berikan dan bahan ajar tidak tersalur dengan baik sehingga pengumpulan tugas menjadi terhambat.



    "Upaya yang dilakukan oleh kami di sekolah SMP Swasta Nusa Timor, atas bimbingan apak Kepala Sekolah SMP Swasta Nusa Timor (Alfret I.  Banani S.Sos) kami membuat satu langka yaitu awalnya bahan ajarnya bersifat online kami cetak dan kami bagikan kepada siswa untuk siswa kerjakan dan dikumpulkan setiap minggu", tutur Yaneldo.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini