• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Tenaga Kesehatan di Pusksemas Hauhasi Maki-Maki Dan Usir Pulang Keluarga Pasien

    Sabtu, 24 April 2021, April 24, 2021 WIB Last Updated 2021-04-26T01:32:25Z


    buser-indonesia.com - Toianas - Kode etik bunda Indonesia sebagai standar profesional yang digunakan sebagai pedoman perilaku dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan dalam melaksanakan
    tugas/fungsi bidan.


    Bidan dalam melaksanakan praktik keperawatan juga wajib memberikan pelayanan keperawatan  sesuai dengan kode etik, standar pelayanan, standar profesi, standar prosedur operasional, dan ketentuan peraturan-undangan.

    Hal ini termaktub dalam kode etik bidan  Indonesia yang disusun pada tahun 1986 dan disahkan dalam Kongres Nasional Ikatan Bidan Indonesia X tahun 1988, sedang petunjuk pelaksanaanya disahkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rekernas) IBI tahun 1991, kemudian disempurnakan dan disahkan pada Kongres Nasional IBI ke XII tahun 1998.


    Namun kode etik ini diabaikan oleh oknum tenaga kesehatan Dina Marteda D. Makleat yang bertugas di Puskesmas Hauhasi, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Pasalnya, Rabu (21/04/2021) ia kembali berulah dengan keluarga pasien dengan melontarkan kata-kata yang mencoreng harkat dan martabat keluarga pasien bahkan melanggar budaya orang Timor di Kecamatan Toianas dan kode etik keperawatan Indonesia.


    Yublina Halla, kepada tim media menceritakan bahwa kejadian ini bermula saat salah satu keluarga sedang bersalin di Puskesmas Hauhasi sehingga mereka (keluarga) menjenguk pasien. Namun sesampai di Puskesmas Hauhasi, Yubliana dan keluarga dicaci maki dan melontarkan kata-kata yang tak pantas.


    "Namanya bersalin ini kita keluarga harus (pi) pergi kunjung tapi kami tidak tegur malah kami  dimaki Ibu Diana Makleat bilang kurang ajar dan pukimai dan suruh kami pulang, tidak kami salah apa dan juga kami coba Ibu kasih tau," jelasnya.


    Hal ini juga diakui salah satu keluarga pasien, Finsen Klaes bahwa, mereka (keluarga pasien) diusir oleh ibu Diana Makleat dan maki kami kurang ajar dan pukimai dan suruh kami pulang supaya suami pasien saja yang jaga.


    Selain itu juga, salah satu guru SMK N. Toianas, Yeskial Lopsau mengakui merasa kesal dengan sikap tenaga kesehatan Puskesmas Hauhasi  karena mengganggu aktivitas sekolah. Pasalnya, SMKN Toianas berhadapan langsung dengan Puskesmas Hauhasi.


    "Kami terganggu sekali dengan tindakan Ibu Diana karena maki-maki pasien di Puskesmas tidak tau masalah apa? hanya kami terganggu karena sementara ujian," jelasnya kepada media melalui via telepon.


    Sedangkan salah satu tenaga kesehatan  Puskesmas Hauhasi yang enggan mediakan namanya kepada tim media bahwa "untuk soal masalah kemarin itu saya tidak tau jelas karena saya tidak ada hanya ibu Diana itu sudah ulang-ulang buat tindakan seperti itu dan saya pernah tegur dia ulang-ulang dan juga ada pasien dari Desa Skinu itu pernah omong di saya bilang mereka takut datang berobat karena Ibu Diana terlalu kasar "jelasnya.


    Namun saat hendak konfirmasi kejadian ini di  Puskesmas Hauhasi, tim media tidak berhasil menemui Marteda D. Makleat karena alasan tugas luar dan dihubungi melalui via telepon dan juga SMS tidak respon sampai berita ini diturunkan.(Tim).

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini