• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Pospera NTT "Sentil" Menteri BUMN Terkait Rencana Beli Peternakan di Belgia

    Jumat, 30 April 2021, April 30, 2021 WIB Last Updated 2021-04-30T11:22:43Z



    buser-indonesia.com - Kota Kupang - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Karunia Meianto Lily kembali mempertanyakan alasan rencana mengapa Menteri BUMN untuk membeli peternakan sapi di Belgia.



    Menurutnya, kebijakan ini bukan ide yang cerdas untuk mengurangi impor daging sapi, bahkan tidak mendorong kemandirian dan kedaulatan pangan nasional. Negara kita alamnya kaya dan memiliki lahan yang sangat luas untuk dipakai membangun lahan peternakan. Namun, kenapa Erick Thohir tidak membangun lahan peternakan di Indonesia? Jika Menteri BUMN membeli perusahaan peternakan sapi di Belgia, lalu kirim ke Indonesia, sama juga impor.



    "Bukankah, dengan membangun lahan peternakan sapi di Indonesia, bisa meningkatkan kesejahteraan bagi petani dan peternak? Atau jangan-jangan Erick Thohir tidak ingin Indonesia mandiri dan petaninya sejahtera, sampai harus membeli peternakan sapi di luar Negeri?" tanya Meianto.  



    Ia menjelaskan bahwa, setiap tahun Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi salah penyumbang sapi terbesar bagi penduduk Jakarta, sehingga tahun 2014, Presiden Jokowi (saat itu masih menjadi gubernur DKI Jakarta) datang ke NTT untuk mengadakan kerjasama dengan Pemprov NTT terkait pengiriman sapi ke Jakarta. Jokowi melihat bahwa NTT punya potensi sapi yang sangat besar bahkan dengan kerjasama tersebut akan meningkatkan ekonomi bagi peternak sapi di NTT. 


    "Kesepakatan tersebut, tidak hanya berhenti saat pak Jokowi menjadi gubernur DKI saja, tetapi ketika beliau terpilih menjadi presiden  langsung memberikan akses tol laut dan kapal khusus sapi untuk pengiriman ekor sapi ke Jakarta dan beberapa provinsi lain. Selain itu, Jokowi juga membangun bendungan, embung dan membangun lahan-lahan tidur yang bertujuan untuk meningkatkan pengembangan sektor pertanian dan peternakan di NTT."



    Lanjut Meianto, Menteri BUMN seharusnya meniru kebijakan Pak Jokowi, karena beliau melihat bahwa tidak perlu jauh- jauh membangun peternakan sapi sampai ke luar negeri, karena negara kita tidak kekurangan lahan potensial untuk membangun peternakan sapi. Data saat ini, NTT memiliki 865 ribu ekor sapi dan termasuk daerah dengan penyuplai sapi tertinggi di Indonesia.



    "Karena itu, jika Erick Thohir sebagai pembantu presiden berpikir sama seperti yang bapak Jokowi pikirkan maka peternakan sapi di Indonesia akan maju dan rakyat akan sejahtera. Jokowi sudah berkali-kali datang ke NTT. Harusnya Menteri BUMN juga datang ke NTT, lihatlah potensi sapi di sini. Lahan kami di sini masih sangat luas dan dengan sangat mudah kita bisa melihat sapi di sepanjang perjalanan kita menelusuri kabupaten yang ada di NTT," jelas Meianto.



    "Membangun peternakan sapi di NTT, pada hakikatnya kita sedang membangun kemandirian, membangun kedaulatan pangan dan membangun kesejahteraan rakyat".

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini