• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Marteda D. Makleat Mengakui Bicara Tidak Etis Kepada Keluarga Pasien

    Sabtu, 24 April 2021, April 24, 2021 WIB Last Updated 2021-04-26T01:31:24Z


    buser-indonesia.com - Toianas - Marteda D. Makleat, petugas kesehatan Puskesmas Hauhasi  mengakui bicara tidak etis kepada keluarga pasien yang menjenguk pasien bersalin di Puskesmas Hauhasi, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan. 



    Hal tersebut disampaikan saat ditemui tim media ini pada Sabtu, (24/04/2021), bahwa memang apa yang telah diperbuatnya melanggar kode etik profesi bidan Indonesia  dan mencederai perasaan masyarakat di Toianas.



    Ia menjelaskan bahwa sebenarnya sama sekali tidak maki tetapi hanya menegur dengan kalimat "kurang ajar" pada keluarga pasien yang berkunjung saat itu. Namun dirinya juga menjelaskan bahwa ia terpaksa harus menegur keluarga pasien karena dianggap tidak menghargai pihak rumah sakit. 



     "Saya tidak maki, hanya saya bilang kurang ajar tapi untuk maki-maki demi nama Tuhan Yesus saya tidak omong", jelasnya. 



    Lebih lanjut, Marteda menjelaskan bahwa dirinya menegur pihak keluarga karena keluarga pasien duduk di atas meja dan mengecas handphone-nya. 



    "Karena dia duduk di atas meja sambil cas HP dan itu juga sebelumnya saya tegur bilang (lu) kamu kenapa kasih naik kaki di atas meja. Tapi saya harus tegur begitu karena dia kasih naik kaki di meja," pungkasnya.



    Diberitakan sebelumnya, petugas kesehatan Puskesmas Hauhasi, Marteda D. Makleat, memaki dengan kata kasar (puk*ma*, kurang ajar) dan mengusir keluarga pasien yang menjenguk pasien bersalin, Rabu, (21/04/2021). Dari keterangan keluarga pasien kepada tim media, mereka dimaki dan diusir pulang tanpa alasan yang jelas sehingga menimbulkan keributan di area Puskesmas Hauhasi. 



    Sudah Berulang Kali Berulah Dengan Keluarga Pasien



    Salah satu petugas kesehatan di Puskesmas Hauhasi yang enggan disebutkan namanya kepada tim media mengakui bahwa perilaku kasar terhadap pasien dan keluarga pasien bukan baru kali ini dilakukan Marteda D Makleat. 




    "Ibu Diana itu sudah ulang-ulang buat tindakan seperti itu dan saya pernah tegur dia ulang-ulang dan juga ada pasien dari Desa Skinu itu pernah omong di saya bilang mereka takut datang berobat karena Ibu Diana terlalu kasar," jelasnya.


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini