• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Puncak Perayaan HKAN Jadi Ajang Promosi Wisata NTT

    Senin, 29 Maret 2021, Maret 29, 2021 WIB Last Updated 2021-03-30T03:00:40Z


    buser-indonesia.com - Kupang - Puncak Perayaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang pada 8-10 Agustus 2021 mendatang akan menjadi ajang promosi wisata alam dan budaya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara nasional dan internasional.



    Demikian dikatakan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, Timbul Batubara didampingi KTU BBKSDA NTT, Kriswoyo kepada Tim Media ini, Kamis (25/3/21) di bilangan Kota Baru, Kota Kupang.



    “Puncak perayaan HKAN nanti akan menjadi ajang promosi wisata NTT, baik wisata alam maupun wisata budaya di kancah nasional dan dunia.  Ribuan perserta akan datang dalam kegiatan tersebut. Hotel-hotel akan penuh. Rencananya akan dihadiri Bapak Presiden Jokowi,” ujarnya.



    Dalam puncak perayaan HKAN tersebut, jelas Timbul, akan diadakan berbagai acara festival dan perlombaan, diantaranya  Festival Taman Nasional (TN) dan Festival Taman Wisata Alam (TWA). “Festival itu akan diikuti oleh  peserta dari TN dan TWA di seluruh Indonesia (tingkat nasional, red),” ucapnya.



    Selain itu, kata Timbul, juga diadakan perlombaan tingkal lokal seperti Lomba Tik Tok dengan menggunakan busana daerah.  “Ada juga peragaan dengan menggunakan busana daerah NTT.  Apapun kegiatannya, kami tetap memperhatikan dan memberdayakan ekonomi kreatif. Kami bekerjasama dengan Dekranasda NTT sesuai MoU (Memorandum of Understanding/Nota Kesepahaman, red),” paparnya.



    Karena itu, ia menghimbau kepada masyarakat Kota Kupang dan sekitar TWAL Teluk Kupang untuk menjadi Tuan Rumah yang baik.  “Kita himbau masyarakat Kupang (Kota dan Kabupaten disekitar Teluk Kupang, red) untuk menjadi tuan rumah yang baik. Hindari kerumunan dan taati protokol kesehatan. Kita juga akan bekerjasama dengan Satgas Covid karena diperkirakan seluruh hotel di Kupang akan penuh,” papar Timbul.



    Menurut Timbul, dalam pelaksanaan berbagai kegiatan menyongsong Puncak Perayaan HKAN tersebut, pihaknya bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT. “Kita akan laksanakan pameran tenun ikat, ataraksi budaya, kuliner dan kerajinan daerah seperti souvenir-souvenir khas NTT.  Kita bekerjasama dengan Dekranasda NTT.  Semua kegiatan akan melibatkan Dekranasda,” paparnya.



    Dalam rangka Road to HKAN, jelas Timbul, pihaknya melaksanakan berbagai kegiatan seperti penyelesaian konflik Suaka Margasatwa Kateri, Kabupaten Malaka. “Kita juga melakukan aksi-aksi sosial. Kita sudah dua kali melakukan aksi sosial di Lasiana bersama Ibu Julie Sutrisno Laiskodat dan timnya dari Dekranasda NTT,” ujarnya.



    Pada aksi sosial pertama, lanjutnya, pihaknya membagikan pakaian dan masker kepada warga sekitar Pantai Lasiana. “Pada aksi kedua, kita bagikan Sembako kepada penjaja makanan di Pantai Lasiana,” jelas Timbul.



    Bersamaan dengan aksi sosial, papar Timbul, pihaknya juga melakukan penanaman bakau, pelepasan tukik (anak penyu, red) dan pembersihan sampah di Pantai Lasiana. “Kita melakukan berbagai kegiatan bersama seperti pembersihan Pantai Lasiana beberapa waktu lalu.  Dalam waktu dekat kami akan lakukan pembersihan di Pantai Nunkurus.



    Hal senada juga dikatakan KTU BBKSDA, Kriswoyo.  Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya, Festival Taman Nasional (TN) dan Taman Wisata Alam (TWA) merupakan acara yang dirangkaikan dengan Road to HKAN. “Pada tahun-tahun sebelumnya, Festival TN dan TWA masuk dalam acara Road to HKAN tapi kali ini diadakan dijadikan satu dipuncak HKAN,” ujarnya.



    Menurutnya, acara tersebut akan dilaksanakan secara offline dan online. “Puncak perayaan HKAN tersebut akan dilakukan secara offline dan onlien. Secara online karena akan disiarkan secara langsung sehingga dapat diakses dan ditonton langsung oleh masyarakat Indonesia maupun seluruh dunia,” ujar Kriswoyo.



    Sedangkan secara offline, lanjut Kriswoyo, akan ada pameran-pameran dan atraksi budaya. “Akan ada pamerah tenun ikat, hasil kerajinan daerah berupa souvenir-souvenir, kuliner dan makanan khas daerah dari seluruh NTT,” paparnya. (sf/tim)



    Mengenal TWAL Teluk Kupang


    KEINDAHAN Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang menyajikan pesona yang sulit dilupakan. Letaknya yang strategis di sebelah utara Kota Kupang, tentunya memudahkan untuk dijangkau oleh siapa saja yang ingin menikmati pesona TWAL yang kaya akan berbagai flora dan fauna serta keindahan terumbu karang serta alam bawah lautnya..



    TWAL Teluk Kupang mencakup hampir seluruh perairan teluk yang terletak tepat di depan Kota Kupang.  Kota Kupang merupakan Ibukota Provinsi i NTT sehingga merupakan kota terbesar dengan berbagai pusat kegiatan pemerintahan, perdagangan dan pelayanan jasa di Provinsi NTT.



    Teluk Kupang Nomor 18/KPTS-II/93 tanggal 28 Januari 1993. TWAL Teluk Kupang memiliki luas 50.000 Ha yang membentang sepanjang pantai Teluk Kupang, Pulau Burung, TWAL Teluk Kupang, Pulau Tikus, Pulau Kera, Pulau Kambing, Pulau Tabui, dan Pulau Semau.



    Pulau Kera


    Pulau Kera adalah salah satu pulau kecil di dalam kawasan TWAL Teluk Kupang yang terletak antara Pulau Semau dan Pulau Timor. Pulau Kera memiliki hamparan pasir putih.  Di sekitar pulau ini hidup berbagai jenis ikan karang, terumbu karang, dan pemandangan laut yang sangat indah.


    Kekayaan hayati di perairan sekitar Pulau Kera merupakan atraksi yang dapat ditawarkan kepada wisatawan.  Apabila anda ingin mengunjungi pulau tersebut maka anda bisa menggunakan perahu nelayan dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.



    Flora


    Flora yang hidup di Pulau Kera adalah Pohon Beringin, Waru Laut, Ketapang, Kelapa, Kesambi, Asam, Bidara, Puat dan Lontar.



    Aktivitas Wisata


    Aktifitas wisata yang dapat dilakukan di Pulau Kera dan sekelilingnya adalah snorkeling, menyelam, berenang, selancar, bersampan, sky air, fotografi bawah air, berlayar, wisata pendidikan dan penelitian serta berfoto.


    Aksesibilitas


    Kupang – Sulamu – Kupang – Tenau.



    Untuk mencapai pulau-pulau yang berada dalam kawasan TWAL Teluk Kupang dapat dijangkau menggunakan perahu motor dari pelabuhan laut Tenau, Bolok dan Namosain. (sf/*)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini