• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Minta Polisi Usut Kasus Pengaktifkan Kembali ASN Tipikor

    Rabu, 13 Januari 2021, Januari 13, 2021 WIB Last Updated 2021-01-14T05:20:38Z

     


    buser-indonesia.com - Rote Ndao - Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Paulus Henuk, S.,H  meminta agar polisi segera mengusut tuntas aktor-aktor dibalik timbulnya SK pengaktifkan kembali ASN Tipikor. Hal tersebut disampaikan beliau ketika di temui media ini di ruang kerjanya Rabu, (13/01/2020).

     

     

    Dugaan pengaktifkan kembali ASN Tipikor yakni keputusan Bupati Rote Ndao atas pengangkatan kembali ASN korupsi beberapa waktu lalu. Paulus Henuk, S.,H  yang juga Anggota DPRD dari Partai Perindo, sudah mengingatkan pemerintah berkali-kali agar status ASN mantan napi koruptor diperjelas karena berpotensi merugikan negara dan pengangkatan kembali mantan ASN Tipikor yang telah  diberhentikan sangat menyalahi aturan.

     

     

    Dugaannya, orang-orang disekitar Bupati apakah itu Sekda, Kabag Hukum dalam memberikan analisis hukum sehingga pencabutan kembali SK pemberhentian ASN Tipikor oleh Bupati tersebut dengan dalil bahwa UU No. 5 Tahun 2014, tidak bisa berlaku surut”, ucap paulus.

     

     

    Lanjut, Paulus Henuk, S.,H, yang diimaksud dengan tidak bisa berlaku surut adalah suatu produk hukum yang terbit tetapi tidak ada aturan hukum sebelumnya, maka tidak bisa berlaku surut, berbeda dengan ASN tipikor, karena norma kejahatan jabatan sudah ada aturan sejak tahun 1974 dan sudah di perbaharui beberapa kali, makanya saya menduga publik Rote Ndao dikelabui dengan analisis-analis ini dengan tujuan melindungi orang-orang tertentu, tapi mereka lupa bahwa dengan analisis-analisis ini dapat menempatkan ibu Bupati di ujung tanduk.

     

     

    Saat ditanya media ini tentang adanya permintaan agar para ASN Tipikor mengembalikan kerugian negara, menurut Paulus, ASN tipikor tidak pernah meminta untuk diaktifkan kembali sebagai ASN dan mereka digaji karena bekerja. Jadi ketika mereka diminta untuk kembalikan kerugian negara, saya orang pertama yang membela mereka. Harusnya minta pertanggung jawaban oknum-oknum yang menyebabkan surat keputusan Bupati keluar terkait pengaktifkan kembali ASN Tipikor.

     

     

    Kasat Reskrim Polres Rote Ndao, IPTU Yames J. Mbau, ketika di temui media ini di ruang kerjanya, mengatakan bahwa terkait dugaan pengaktifkan kembali ASN Tipikor masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik sementara melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait dan perkembangan selanjutnya akan disampaikan kepada media. (SM/Tim).

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini