• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Komunitas Lorosae Launching Kegiatan Perdana Buku Lapak dan Bedah Buku

    Senin, 11 Januari 2021, Januari 11, 2021 WIB Last Updated 2021-01-11T12:46:21Z
    buser-indonesia.com - Atambua - Di awal tahun 2020, Komunitas Lorosae yang baru saja dirintis melakukan kegiatan perdana yakni membuka lapak yang berisi buku bacaan gratis (#BukuLapak), menggelar Diskusi dan Bedah Buku yang berjudul “Melawan Oligarki PILKADA 2020 karya Agus Riswanto, S.H.,M.H”, serta launching buku sekumpulan puisi berjudul “Tanda Mata”, karya Mario Kali, di halaman Plaza Pelayanan Publik Timor – Atambua (09/12/2021). 


    Namun karena gerimis, lapak dipindahkan ke teras Plaza Pelayanan Publik dan dilanjutkan dengan kegiatan diskusi Bedah Buku yang menghadirkan tiga orang pembicara yakni Jejen Aryanto dan Joseph Kanisius Bau (Aktivis GMKI Kupang), Virginia Rosa da Silva (Aktivis GMNI Kupang) dan dipandu oleh Elisabeth Afriani Costa yang adalah Co-Founder BII NTT. Menariknya keempat orang ini adalah Founder Komunitas Lorosae. 


    Jejen Aryanto, Ketua Komunitas Lorosae dalam sambutannya menyampaikan bahwa terbentuknya komunitas ini berangkat dari keresahan akibat rendahnya minat baca di Kabupaten Belu. 


    "Tanpa melihat data pun dapat diketahui bahwa minat baca di Belu sangat rendah, hal ini bisa diukur dari pengunjung di perpustakaan daerah yang dalam sehari bahkan tidak mencapai empat orang dari sekian banyak pelajar di kota Atambua. Di kota saja seperti itu, apalagi di daerah yang lebih terpencil", pungkas Jejen.


    Lebih lanjut, Jejen mengungkapkan bahwa rendahnya literasi juga dapat ditunjukkan dengan berbagai berita bohong atau Hoax dan ungkapan kebencian atau Hate speech yang memenuhi linimasa grup Belu Bebas Bicara yang seharusnya bisa menjadi sebuah ruang diskusi yang kondusif bagi publik. 


    “Rencana perintisan komunitas sudah dilakukan sejak Juli 2020, tapi karena kami yang merencanakan hanya empat orang dan kebetulan semua masih sibuk dengan kuliah dan pekerjaan, ada pandemic Covid-19 serta belum ada yang menetap di Belu maka kami memutuskan untuk launching kegiatan pertama di awal tahun", ungkap Jejen yang juga menjadi salah satu pengurus PARINDRA.


    Vivin da Silva, salah satu founder komunitas Lorosae menyampaikan bahwa tujuan pendirian komunitas ini juga adalah membangun pemahaman bagi masyarakat Belu tentang pentingnya literasi. 


    Bahwa literasi bukan hanya tentang buku tapi juga ada literasi digital. Bukan hanya sekedar baca dan tulis, tapi juga berbicara, menghitung, memecahkan masalah, dan lainnya. Selain berfokus pada literasi, isu yang akan menjadi fokus kami di dalam komunitas Lorosae adalah Pendidikan Politik, Gender dan Lingkungan Hidup. 


    “Makanya dalam kegiatan pertama kami sengaja membedah buku yang berhubungan dengan politik, sebab Politik bukanlah hal yang kotor karena dapat mengubah banyak hal dalam jangkauan yang luas. Manusia dalam sistemnya saja yang kotor, dan sebagai pemuda kita tentu perlu menempatkan diri sebagai agen kontrol untuk mengkawal setiap bentuk kebijakan publik yang ada.” tambah Vivin.


    Yohanes Nagi Due, penanggung jawab kegiatan perdana ini mengatakan bahwa ke depan nanti membuka Lapak Buku adalah kegiatan mingguan yang akan rutin dilakukan, di kota Atambua maupun safari literasi nantinya. Buku yang disediakan mulai buku anak-anak sampai pengetahuan umum, ditemani dengan KopBar atau Kopi Berbayar sebagai salah satu bentuk fundrising komunitas ini. 


    “Salah satu tujuan kami mengadakan kegiatan #BukuLapak adalah memanfaatkan fasilitas umum yang ada di kabupaten Belu dan tentunya meningkatkan minat baca bagi segala kalangan.” ungkap pemuda dari Tala yang akrab disapa Jonter.


    Meskipun kegiatan ini diikuti oleh beberapa anggota dan pengurus dari Komunitas Batar Da’an, Komunitas Foho Rai Festival, Komunitas Pohon Asam, Komunitas Pensil, Komunitas CB Belu, Komunitas Trash Hero Belu dan Komunitas Sahabat Kreatif Biinmafo namun panitia tetap menerapkan protokol kesehatan.


    Untuk diketahui, sejak (04/01/2021) Komunitas Lorosae telah menerima donasi buku maupun barang yang akan mengisi rumah baca. Selain dari individu-individu , sejauh ini yang telah turut berdonasi ada Melki and Beatrix Foundation – Kefamenanu, Komunitas Sahabat Kreatif Biinmafo dan Travel Media Timor Magazine.


    Komunitas ini juga tengah mempersiapkan rumah baca yang sedang dalam upaya pembangunan di Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat. (M_K) 
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini