• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Kehadiran GPO-TTU Dibutuhkan Dalam Pembangunan Desa Naob

    Minggu, 03 Januari 2021, Januari 03, 2021 WIB Last Updated 2021-01-04T01:10:32Z

    buser-indonesia.com - Kota Kupang - Gerakan Pemuda-Pemudi Oepope (GPO) Timor Tengah Utara (TTU) menggelar kegiatan diskusi terbuka bersama anggota aktif GPO-TTU, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda menjelang syukuran natal dan tahun baru Jumat, (01/01/2021) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), terkhususnya Desa Naob yang bertempat di gedung gereja Jemaat Elim Oepope.



    Kegiatan diskusi ini membahas tiga hal yakni sejarah Oepope, peran pemuda dalam pembangunan desa dan penyatuan pemuda desa Naob. 


    Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Naob, Anreas Ximenes mengatakan bahwa GPO-TTU sangat dibutuhkan partisipasinya dalam menata pembangunan di desa. 


    "Lewat diskusi ini saya minta untuk gali persoalan-persoalan yang ada di desa untuk temukan solusi yang terbaik agar kampung ini bisa aman dan nyaman sehingga program pembangunan bisa berjalan dengan lancar", ujar Andreas.


    Sedangkan Abraham Metkono, sebagai orang tua di Oepope menyatakan bahwa ada kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri. Baginya tindakan yang dibuat pemuda sangat dibutuhkan dan perlu disambut baik oleh pemerintah setempat.


    "Kami rasa bersukacita, bergembira kalau keadaan kami seperti ini tetapi ada perubahan dari anak-anak kami", ujar Abraham.


    Dalam kesempatan yang sama, Ketua GPO-TTU, Maxyacob Tanaem menegaskan bahwa perubahan pola pikir dan wawasan anak muda harus kreatif dan inovatif untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan bangsa.


    "Berpikirlah hal-hal yang positif agar bisa diterapkan dan siap di pakai dimana saja", tegas Max.


    Hadir dalam kesempatan tersebut, Yeskial Missa, selaku senior GPO-TTU meyampaikan bahwa tujuan dari momen refleksi adalah sebagai momen syukuran serta bagaimana menggali serta menumbuhkan pemikiran yang membangun guna ikut berpartisipasi dalam penataan daerah. Baginya pemuda adalah agen perubahan dan tulang punggung masa depan bangsa.


    "Kegiatan diskusi merupakan ajang untuk menyumbang gagasan perubahan bersama pemerintah Desa Naob karena pemuda-pemudi adalah agen of change, tulang punggung dan tongkat estafet bagi Ddesa, gereja, masyarakat dan keluarga" pungkas Yeskial.


    Demikian, momentum natal dijadikan sebagai refleksi bersama seluruh elemen masyarakat untuk penataan dan pembangunan di Kabupaten TTU.
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini