• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Kasat Pol PP NTT Himbau Masyarakat Taat Protokol Kesehatan

    Senin, 28 Desember 2020, Desember 28, 2020 WIB Last Updated 2020-12-29T06:33:38Z

    buser-indonesia.com – Kota Kupang - Guna mencegah persebaran virus corona di Kota Kupang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Propinsi Nusa Tenggara Timur menggelar razia dan penertiban masker dibeberapa tempat keramaian, sejumlah jalan raya dan ruang publik lainnya. Sejumlah personil Satpol PP dikerahkan ke lapangan dalam rangka implementasi Peraturan Gubernur Nomor 49 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

     

     

    Pantauan media ini, Selasa (22/12/2020) bertempat di depan Gereja ST. Matias Tofa, sejumlah warga yang kedapatan lalai saat razia dan tidak memakai masker diberi sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, hingga denda administrasi paling sedikit Rp 50.000. Namun, sejumlah warga menolak diberi sanksi dengan alasan belum mendapatkan sosialisasi tentang Pergub.

     

     

    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTT Ir. Cornelis Wadu, M.Si kepada media ini di ruang kerjanya Senin, (28/12/2020), mengatakan bahwa Pergub nomor 49 dikeluarkan berdasarkan kajian terhadap instruksi Presiden, sehingga peraturan ini sudah disosialisakan secara luas melalui tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, media cetak dan media online.

     

     

    “Sebelum penerapan peraturan ini kita sudah sosialisasikan kepada pihak yang memiliki konstituen, namun proses yustisi ini tidak membantu menumbuhkan kesadaran masyarakat sehingga angka pasien transmisi lokal di Kota Kupang meningkat cukup tajam dalam beberapa dekade terakhir” tandas Wadu.

     

     

    Demikian, perlu penegasan secara yustisi sebagai bentuk himbaun untuk menumbuhkan kesadaran dan ketaatan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan 4 m yakni, pakai masker, jaga jarak, selalu cuci tangan dan hindari kerumunan.

     

     

    “Tahapan yustisi berupa razia masker ini sebagai penegasan terhadap himbaun penerapan gerakan 4 m yang sudah dilakukan pemerintah untuk menekan angka peningkatan penyebaran covid-19 di Provinsi NTT terkhusus di Kota Kupang meskipun tidak linear, tapi karena informasi razia ini dibawa mulut ke mulut maka siapapun yang keluar rumah wajib pakai masker, kalau tidak saat razia dan kedapatan tidak pakai masker maka akan terkena sanksi". ungkap Wadu.

     

     

    Lanjut Wadu, kita bekerja sama dengan pihak TNI dan Polri, akan menindak secara tegas terhadap siapapun yang tidak menaati protokol kesehatan tanpa memandang bulu.

     

     

    Untuk itu, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Kupang khususnya dan seluruh masyarakat NTT pada umumnya untuk selalu menaati protokol kesehatan dimanapun berada dan kepada pelaku usaha wajib memperhatikan himbaun pemerintah.

     

     

    Kedepanya, Satpol PP Propinsi NTT akan berkolaborasi dan bekerja sama sampai dengan satuan tugas covid-19 Kota Kupang untuk mengontrol masyarakat sampai tingkat RT (rukun tetangga). (Barto).

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini