• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    BEM IAKN Kupang Bagikan Sembako Kepada Mahasiswa

    Kamis, 10 Desember 2020, Desember 10, 2020 WIB Last Updated 2020-12-10T08:33:18Z



    buser-indonesia.com - Kota Kupang - Pandemi Covid-19 membuat sendi perputaran ekonomi macet. Kota Kupang, merupakan salah satu kota yang cukup mendapat dampak dari pendemi. Hal ini dirasakan oleh semua kalangan, termasuk mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang yang sebagian besar mahasiswanya perantauan atau dari daerah luar kota Kupang memilih bertahan mengikuti perkuliah sistem dalam jaringan (daring).

     

     

    Melihat kondisi ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, melalui beberapa kesepakatan bersama pihak kampus, dosen dan mahasiswa penerima PIP dan bidik misi mengambil kebijakan untuk membantu mahasiswa non penerima PIP dan bidik misi sehingga melalui keting masing-masing kelas mendata mahasiswa yang dianggap layak menerima bantuan sembako.

     

     

    Untuk itu, Senin (07/12/2020) bertempat di Kampus III IAKN Kupang, Naimata, BEM IAKN Kupang melakukan pembagian 100 paket sembako. Adapun mengenai isi paket sembako yang dibagikan berupa beras 5 kg, mie instan 10 bungkus, telur 10 butir dan energen 3 bungkus.

     

     

    Dunosel Ir, Koebanu, Ketua  BEM IAKN Kupang mengatakan bantuan sembako ini merupakan “perpuluhan”dari dosen dan seluruh pihak kampus yang merasa terpanggil akan kondisi saat ini dimana mahasiswa tidak bisa pulang kampung akibat aturan pemerintah daerah yang mengharuskan untuk tidak pulang ke kampung halaman.

     

     

    “Untuk sementara, bantuan sembako terbatas kepada 100 mahasiswa yang bertahan mengikuti perkuliah sistem dalam jaringan (daring) dan mahasiswa yang sulit mendapat kiriman dari orang tua karena pendemi,” lanjut Dunosel.

     

     

    Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kristian, E. Y. M. Afi, M.Pd.K, dalam wawancara melalui melalui telepon seluler, menyampaikan tujuan bantuan sembako ini untuk membantu memenuhi dan meringankan kebutuhan mahasiswa selama tinggal di kost.

     

     

    Untuk itu, ia berharap jika kedepan pendemi Covid-19 belum berakhir maka akan ada upaya gotong royong dan inisiatif bersama untuk membantu mahasiswa yang belum sempat mendapatkan bantuan sembako. (Barto).

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini