• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Nikson Takmanu Dianiaya Lalu Dibuang ke Persawahan

    Sabtu, 14 November 2020, November 14, 2020 WIB Last Updated 2020-11-15T12:41:30Z


    buserindonesia. com-Kota Kupang-Nasib malang dialami seorang pemuda bernama Nikson Takmanu, warga Desa Oebola Dalam, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (Prov-NTT). 


    Pasalnya, Minggu (08/11/2020) sekitar pukul 12: 00 wita, Nikson Takmau dianiaya oleh beberapa terduga pelaku, yakni YB cs tanpa alasan di Jalan Timor Raya, Oenaek, Desa Camplong 1, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.


    Para terduga pelaku berani melakukan aksi pengeroyokan karena diduga terpengaruh minuman keras.


    Dalam keterangan kepada sejumlah media di kediamannya, Jumat (12/11/2020), korban mengaku kasus dugaan penganiayaan terhadap dirinya bermula saat hendak pergi kebun.


    Di perjalanan, tepatnya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban langsung ditahan oleh ketiga terduga pelaku. Tanpa basa basi korban yang tidak tahu menahu kesalahan yang dilakukan, langsung dikeroyok secara beramai-ramai dan membabi buta oleh ketiga terduga pelaku tanpa ampun.


    Dalam melakukan aksi penganiayaan, menurut korban diduga ketiga terduga pelaku menggunakan benda keras berupa kayu dan batu dengan sasaran dibagian wajah, kepala, pinggul belakang dan bagian belakang daun telinga korban. 


    Akibat mendapat tinju dan pukulan secara membabi buta, membuat korban akhirnya pingsan dan tak sadarkan diri.


    Mengetahui korban sudah tak sadarkan diri.  Menggunakan mobil pickup, ketiga terduga pelaku kemudian mengangkut korban dan membuangnya ke areal persawahan Oeltune.


    "Saat mereka muat saya di mobil pickup saya sudah tidak sadarkan diri sehingga saya tidak bisa berteriak", ungkapnya.


    Mendengar adik kandungnya dianiaya, Pejabat sementata,(Pjs), Desa Oebola Dalam, Aminadab Takmanu  langsung berkoordinasi dengan pihak Polsek Fatuleu guna mencari keberadaan korban.


    Tapi sebelumnya, keluarga korban telah memperoleh informasi dari beberapa sumber, termasuk pihak Polsek Fatuleu kalau korban sedang menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat.  


    “Tiba di Kantor Polsek Fatuleu, saya  diberitahu oleh salah seorang babinkamtibmas, bahwa salah satu anggota TNI Yonif 744 Naibonat yang kebetulan melihat kejadian itu, memberitahu kalau korban telah di bawa ke UGD Rumah Sakit Naibonat maka ketika tiba di kantor polisi saya diarahkan ke RSUD Naibonat,” papar Aminadab.


    Dilanjutkan Aminadab, atas penyampaian informasi tersebut kemudian pihak keluarga memutuskan untuk mengecek keberadaan korban di RSUD Naibonat. Namun sangat disayangkan karena setelah dilakukan pengecekan, ternyata korban tidak berada di RSUD Naibonat. 


    Kondisi demikian membuat keluarga cemas akan keberadaan korban yang belum diketahui, sehingga Aminadab memutuskan untuk melapor secara resmi kepada pihak kepolisian sektor setempat.


    Sambil menunggu kepastian informasi dari Polsek Fatuleu, keluarga tidak tinggal diam, melainkan mencoba menelepon berulang-ulang kali ke handpone milik korban.


    Baru pada pukul 06:00 wita, korban merespon telepon dari keluarga dengan  mengatakan kalau dirinya sedang berada di areal persawahan Oeltune.


    Atas informasi korban inilah, keluarga langsung bergegas menjemputnya di areal persawahan untuk dibawa ke kantor Polsek Fatuleu. 


    Di sana, korban didapati dalam keadaan babak belur dan berlumuran darah.


    “Kurang lebih jam 19:00 wita, keluarga  dan pihak Polsek membawa korban ke RS Naibonat guna merawat dan melakukan visum demi kepentingan proses kasus penganiayaan ini", tandasnya. *tim

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini