• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    DPC GMNI Kupang Didampingi PA GMNI NTT Resmikan Patung Bung Karno

    Rabu, 11 November 2020, November 11, 2020 WIB Last Updated 2020-11-11T13:44:58Z

    Kota Kupang - buser-indonesia.com - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, DPC GMNI Kupang didampingi PA GMNI NTT meresmikan patung Presiden pertama Republik Indonesia, (RI), Ir. Soekarno di Garda Nasionalis GMNI Kupang, pada Selasa, (11/11/ 2020). 


    Menurut Ketua DPC GMNI Kupang, Yoseph Sukario, pembuatan patung Bung Karno dimaknai sebagai simbol penghormatan tehadap jasa besar dan pemikiran Sang Proklamator itu dalam tubuh GMNI sebagai iman dan roh perjuangan organisasi", terangnya.


    Mewakili DPC GMNI Kupang, Yoseph Sukario

    mengucapkan, terima kasih kepada Abang Elvis Aryanto selaku penggagas ide, desainer dan pembuat patung Bung Karno serta seluruh anggota dan alumni GMNI yang dengan caranya masing-masing telah membantu pembuatan patung ini," ungkapnya.


    Pembuat patung Bung Karno, Elvis Aryanto dalam kesempatan yang sama mengatakan, patung ini dibuat untuk mengenang Bung Karno sebagai figur  yang sudah berguna bagi bangsa, di mana telah meninggalkan pemikiran-pemikiran hebat yang tidak pernah mati.


    "Jadi saya menamai tempat ini dengan nama "POJOK MARHAEN" karena nilai historis yang ada di patung ini menunjukan sikap komitmen korps pejuang pemikir-pemikir pejuang, bahwa dalam perjuangan tidak ada kata kompromi.


    Dimensi lain dari patung ini juga menunjukan sikap dan komitmen penolakan Bung Karno terhadap penindasan", ungkap Elvis.


    Diakhir kesempatan Elvis berpesan, ruang-ruang seni perlu diperjuangkan. "Jangan takut berseni sekalipun kita miskin".


    "Jiwa semangat mengajakku berkelana. Aku bukan apa-apa tentang dedikasi apalagi pengabdian. Aku hanyalah butiran debu, sebagai perkakas Tuhan. Ku lakukan semua karena cinta," tutur Elvis.


    "Patung bukan kultus individu tetapi bentuk penghargaan terhadap pemikiran Bung Karno yang  dituangkan dalam Pancasila dan UUD 1945 sebagai jalan tengah dalam mengimbangkan sosialisme barat dan kapitalisme," kata Nikolaus Fransiskus, Ketua PA GMNI NTT.


    Selanjutnya, peresmian Patung Bung Karno ditandai dengan pengguntingan pita  oleh Nikolaus Fransiskus selaku Ketua PA GMNI NTT. *Barto

    Komentar

    Tampilkan

    1 komentar:

    Terkini