• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Polres Rote Ndao Sukses Lagi Ungkap Kasus Pembunuhan

    Sabtu, 10 Oktober 2020, Oktober 10, 2020 WIB Last Updated 2020-10-10T10:14:15Z

    buser indonesia. com-Rote Ndao-Janji Kapolres Rote Ndao, AKBP Felli Hermanto, SIK, M. Si, saat pertama kali ke pulau terselatan Indonesia,  bahwa dirinya tidak akan main-main dalam mengungkap setiap kasus, akhirnya terbukti. 


    Baru beberapa bulan sebagai Kapolres Rote Ndao sudah dua kasus pembunuhan yang diungkapkan. 


    Salah satunya pada Rabu, 07 Oktober 2020 lalu, atas upaya dan kerja keras gabungan Satuan Reskrim Polres Rote Ndao dan Polsek Pantai Baru berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap Melkias Patola (57) warga RT 001 RW 001 Desa Tungganamo Kecamatan Pantai Baru.

    Setelah menerima laporan  adanya penemuan mayat pada tanggal 24/09/2020 lalu, unit gabungan Reskrim Polres Rote Ndao dan Polsek Pantai Baru langsung melakukan olah TKP, demikian keterangan Pers, Kapolres Rote Ndao AKBP Felli Hermanto, SIK, M.Si didampingi Kasat Reskrim Polres Rote Ndao, IPTU Yames Jems Mba’u, S.Sos. KBO Reskrim dan Kasubbag Humas Polres Rote Ndao AIPTU Anam Nurcahyo.

    Menurut AKBP Felli Hermanto, SIK, M.Si, dari hasil olah TKP dan pengembangan lanjutan yang dilakukan oleh unit gabungan berhasil mengamankan pelaku berinisial AB 67 tahun di kediamannya pada hari Rabu, 07 Oktober 2020. 

    "Pelaku langsung kami amankan dalam tahanan Polres Rote Ndao untuk diproses hukum", terang Kapolres Rote Ndao.


    Selain pelaku, ditambahkan 

    Felli Hermanto, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah sebilah parang panjang dan sarungnya berukuran lebih 43 cm. 


    "Sarung dari parang panjang tersebut terbuat dari kayu tanpa diketahui jenis kayu apa dengan panjang lebih kurang 41 cm, dua buah pelepah pohon lontar dengan panjang kurang lebih 150 cm dan pakaian pelaku saat menghabisi nyawa korban", urainya.


    Kemudian dari proses penyelidikan dan pengembangan lanjutan, dijelaskan Kapolres yang akrab dengan para jurnalis ini bahwa motif pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban karena didasari oleh dendam.


    "Sebelum korban dihabisi oleh pelaku sudah pernah terjadi pertengkaran antara pelaku dan korban pada awal bulan juli 2020 lalu.


    Di mana pelaku memotong rumput di lokasi Konakadik namun dilarang oleh Korban dengan alasan bahwa rumput di lokasi tersebut adalah milik korban. Atas larangan pelaku kemudian terjadi pertengkaran antara pelaku dan korban. 


    Kapolres Felli Hermanto meneruskan dalam pertengkaran tersebut korban melontarkan kata-kata hinaan kepada pelaku, bahwa, orang miskin.


    "Kata kata itu buat pelaku tersinggung dan menyimpan dendam dan berniat menghabisi Korban", papar dia.


    Diakhiri Kapolres Hermanto,

    akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP, bahwa “Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain dengan ancaman pembunuhan” diancam dengan hukuman selama 15 Tahun. 


    Selain pasal tersebut pelaku juga dikenakan pasal subsider pasal 34 ayat (2) KUHP Lebih Subsider pasal 351 ayat (3) KUHP. *Elis Medah





    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini