• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Kabid Dikmen Dinas P Dan K Prov-NTT Dukung Rencana Pendirian SMAN 2 Rote Barat Daya

    Senin, 26 Oktober 2020, Oktober 26, 2020 WIB Last Updated 2020-10-27T09:15:29Z

    buser-indonesia.com-Rote Ndao-Kepala bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi NusaTenggara Timur, (Prov-NTT), Mathias M. Beeh, S.St.Par, MM, mendukung rencana pendirian Sekolah Menengah Atas, (SMA), Negeri 2 Rote Barat Daya yang rencana pembangunannya di Desa Oelasin.


    "Saya sangat prihatin sekali dengan kondisi anak-anak yang berkeinginan sekolah tetapi lokasi sekolahnya sangat jauh. Sehingga setiap usulan pendirian sekolah, seperti SMA atau SMK harus didukung", ungkapnya Kabid Dikmen ini.


    Menurut Mathias Beeh, untuk pendirian SMA dan SMK terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi misalnya lahan. Seseorang yang dipercaya sebagai koordinator mempunyai peran penting dalam kepengurusan lahan. Setelah lahan sudah tidak ada masalah maka diserahkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov-NTT kepada pemerintah Provinsi  NTT.


    "Setelah status kepemilikan lahan menjadi jelas maka pemerintah provinsi akan mencari jalan keluar untuk rencana pendirian sekolah tersebut", ucapnya.


    Ditambahkan Mathias Beeh, dalam proses pendirian sebuah sekolah biasanya menjalani waktu kurang lebih satu sampai dua tahun sehingga di awal pendirian secara darurat sehingga selalu dihimbau agar gedung yang didirikan tidak beratapkan daun yang muda menyulut kebakaran. Begitu juga dengan lantainya harus minimal semen rabat tujuannya untuk menghindari kerusakan sebelum mendapatkan bantuan fisik.


    "Kalau rusak sebelum dapat bantuan fisik maka aktivitas kegiatan belajar anak-anak akan terganggu dan bisa tidak bersekolah lagi", papar dia.


    Ditambahkan Mathias, agar kegiatan KBM bisa berlangsung dahulukan pembangunan empat buah ruangan, yakni tiga buah ruangan belajar dan satu kantor. Nanti setelah PSPB terlaksana tentu pihak dinas akan memantau sejauh mana tingkat keserapan dan animo masyarakat dalam menyekolahkan anaknya.

    Hal itu dilakukan karena secara aturan jumlah siswa sesuai dopodik minimal sebanyak 60 orang siswa maka dengan demikian data pokok pendidikan NTT, khusunya di Kabupaten Rote sudah dapat terexpos di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, (Kemendikbud RI), sehingga ketika dinas mengusulkan maka data sekolah akan terbuka secara lengkap sehingga pasti akan didorong untuk mendapatkan perijinan.

    "Dirikan dan buka saja. Bila perlu lakukan penerimaan siswa di tahun depan. Nanti sambil berproses maka dinas akan berpikir untuk mengamankan agar PKBM dapat berjalan selama satu tahun dan akan dikeluarkan ijin operasional", tandas Kabid Dikmen. *tim








    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini