• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Diasuh dari Lima Tahun, Lalu Diperkosa Setelah Duduk di Bangku SMP

    Senin, 12 Oktober 2020, Oktober 12, 2020 WIB Last Updated 2020-10-12T15:14:40Z

    buser indonesia.com-Rote Ndao-Setelah diasuh dari sejak usia lima tahun dan duduk sebagai siswi kelas delapan Sekolah Menengah Pertama, sebut saja bunga, (16 th), diperkosa berulang-ulang kali oleh ayah angkatnya, SF, (56 th), hingga hamil.


    Kala itu bulan September 2019, bunga yang sedang sendiri bersama terlapor di rumah, diseret dengan paksa ke dalam kamar tidur.


    "Di situ bunga diperkosa pertama kali oleh terlapor", demikian penjelasan Kapolres Rote Ndao AKBP Felli Hermanto, SIK, M.Si melalui Kasubang Humas Polres setempat Anam Nurcahyo,S.Ip.


    Menurut Kapolres Rote Ndao AKBP Felli Hermanto, SIK, M.Si, awal kejadian itu,  korban tidak berani melawan bahkan memberitahukan kepada siapapun karena mendapat ancaman dari terlapor.


    "Perbuatan bejad terlapor ini terus berlanjut dikala kesempatan istrinya keluar rumah", terangnya.


    Dijelaskan Felli Hermanto, perbuatan predator yang tidak mengenal kasihan ini, baru terkuak setelah sekitar bulan Juli 2020.


    "Bunga yang sudah tidak mendapat menstruasi dan mengalami perubahan fisik,  kembali diperkosa pada  Rabu 23 September 2020 sekitar pukul 09:30 wita", aku dia.


    Kapolres Felli Hermanto meneruskan, karena bunga merasa tidak tahan lagi terhadap perbuatan terlapor maka pada Sabtu 26 September 2020 lalu tepat pukul 08:00 Wita beralasan hendak ke sekolah lalu  kabur ke Kota Ba’a.


    "Karena laporan terlapor, bahwa bunga melarikan diri dari rumah, kemudian Kepala Desa Oematamboli, Simsoni Balukh pergi dan menjemputnya pulang", bebernya.


    Dikemukakan Hermanto,
    sepulangnya bunga kemudian pada tanggal 01 Oktober 2020, oleh pemerintah desa setempat dilakukan urusan secara kekeluargaan dan saat itu terlapor mengakui  perbuatannya di hadapan saksi dan Pemerintah Desa Oematamboli, sehingga terlapor diminta membayar denda sebesar 5.000.000 rupiah.

    "Setelah itu bunga di bawa kembali ke nusak Keka oleh Esau Malelak Nggie yang merupakan keluarganya", ucap dia.


    Selanjutnya, pada Selasa, 06 Oktober 2020, Kapolres Felli menambahkan, bunga pergi dan memeriksakan kehamilan di Puskesmas Oele. Dan hasilnya, bunga dikatakan telah hamil dengan usia kandungan 18 minggu.


    "Atas kejadian yang dialami lalu korban melaporkan terlapor ke pihak kepolisian untuk diproses", pungkas dia.


    Dituturkan Felli, korban bunga melaporkan terlapor sesuai laporan polisi Nomor : LP/ 14/ X/ 2020 / NTT / Res Rnd / Sek Rotsel, Tanggal 08 Oktober 2020.


    "Selanjutnya Pihak Polres telah melakukan penyidikan  berdasarkan hasil visum et repertum dan telah memeriksa pelapor dan saksi termasuk korban", terangnya.


    Atas kebiadabannya, terlapot dikenakan Pasal 81 ayat 3 Subsider Pasal 81 ayat 1 Jo Pasal 76D Undang–Undang RI No 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak yang telah dirubah dengan Undang–Undang RI No 35 tahun 2014, tentang Perubahan Atas Undang–Undang RI No 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang RI No 17 Tahun 2016, tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang–Undang No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang – Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang – Undang Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara ditambah sepertiganya", tandas Kapolres Rote Ndao. 

    * TA/MEM

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini