• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Jokowi Minta Sektor Kesehatan Diutamakan Dibanding Pemulihan Ekonomi

    Minggu, 06 September 2020, September 06, 2020 WIB Last Updated 2020-09-07T21:47:09Z
    Buser-Indonesia-JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mendahulukan aspek kesehatan dibandingkan pemulihan ekonomi. 


    Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Sidang Kabinet tentang pemulihan sektor kesehatan dan ekonomi di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2020). 


    "Perlu saya ingatkan, sekali lagi bahwa kunci dari ekonomi kita agar baik adalah kesehatan yang baik. Kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik," kata Presiden Jokowi melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.


    "Artinya fokus kita tetap nomor satu adalah kesehatan, adalah penanganan Covid-19. Karena memang kuncinya ada di sini," lanjut dia. 


    Bahkan, Kepala Negara sampai mengingatkan dua kali bahwa penanganan sektor kesehatan yang baik pasti akan memberikan dampak pemulihan ekonomi yang baik pula. 


    "Ekonomi akan mengikut. Sekali lagi kalau penanganan covid baik, kalau kesehatan baik, ekonominya juga akan membaik," lanjut dia. 


    Ia mengingatkan Satgas Penanganan Covid-19, Menteri Kesehatan, Kapolri, dan Panglima TNI untuk menyisir klaster yang berpotensi muncul dan menularkan Covid-19. Menurut Presiden Jokowi, klaster penularan yang sekarang bermunculan namun jarang disadari ialah klaster perkantoran dan klaster keluarga.


    Masyarakat banyak yang merasa aman ketika sudah sampai di rumah dan kantor. 


    Padahal di kantor banyak tejadi pelanggaran protokol kesehatan. 


    Demikian pula di rumah, ia menilai masih banyak masyarakat yang langsung berinteraksi dengan keluarga tanpa membersihkan diri terlebih dahulu setibanya mereka di rumah. 


    "Hati-hati, ini perlu saya sampaikan, hati-hati yang namanya klaster kantor. Yang kedua, klaster keluarga. Hati-hati. Yang terakhir, juga klaster pilkada. 


    Hati-hati ini agar ini selalu diingatkan," lanjut Presiden Jokowi.

    Sumber : Kompas

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini