• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Rote Ndao Marak Dengan Kasus Pencabulan Anak Di Bawah Umur

    Selasa, 29 September 2020, September 29, 2020 WIB Last Updated 2020-09-29T09:09:21Z

    Buser Indonesia. com-Rote Ndao, -Lagi lagi di Kabupaten Rote Ndao marak dengan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. 


    Sepekan sebelumnya, telah terjadi pada gadis SD 9 tahun, sebut saja DN di Dusun Hendenau Desa Dalek Esa Kecamatan Rote Barat Daya pada Kamis, (24/09/2020), lalu. 


    Kali ini percabulan kembali terjadi terhadap anak di bawah umur inisial AWN di kawasan persawahan Dusun Oelolok Desa Oematamboli Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao.



    Ada pun kronologis kejadian yang disampaikan oleh Kasubag Humas pPolres Rote Ndao, Aiptu Anam Nurcahyo, S.IP, bahwa pelapor inisial EN, mendapat cerita dari korban AWN bahwasanya dia telah dilecehkan oleh oleh terduga pelaku. 



    Pada hari Minggu 27 September 2020, pukul 10.00 wita, bertempat di  persawahan Oelolok Desa Oematamboli  Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao.



    Dalam aksinya, terduga pelaku RN membuka celana korban dan menaruh kemaluannya ke kemaluan korban.



    Seterusnya, menurut pelapor, dari hasil laporan korban sebagai orang tua dan pemuka adat melaporkan kejadiannya ke Kepolisian Sektor, (Polsek), Lobalain, dengan laporan Polisi nomor : LP / 48 / IX / 2020 / NTT / RES RND / SEK. LBN, bahwa ada dugaan pencabulan anak, dengan korban atas nama, AWN, lahir di Mokdaen, 15/02/2016, alamat Desa Oematamboli Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao.



    Terduga pelaku adalah, RN, Umur 12 tahun, alamat Desa Oematamboli Kabupaten Rote Ndao.



    Masih dikatakan Kabag Humas Polres Rote Ndao ini, antara terduga pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga, yang mana ayah korban dan ayah terduga pelaku masih sepupu kandung. 



    Saat ini pihak penyidik Polsek Lobalain telah melakukan visum et repertum kepada korban di RSUD Ba'a. 



    Terduga pelaku akan dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara paling sedikit lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5 millyard rupiah. *JQ


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini