• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Kadis Sosial Prov NTT: Salah Bagi Beras JPS, Ancamannya Penjara

    Sabtu, 05 September 2020, September 05, 2020 WIB Last Updated 2020-09-09T15:05:09Z

    buser-indonesia. com-NTT, -Terkait kesalahan dalam pembagian beras JPS yang dilakukan oleh Kepala Desa Hundihuk, Yeferti Delfiana Ndoloe, menurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur,  Drs.  H. Jamaludin Ahmad, MM, berpotensi terkena ancaman penjara. 



    "Namun karena beras JPS yang telah salah dibagikan tersebut sudah diggantikan kembali maka sudah tidak masalah lagi", ungkapnya.



    Kembali dikatakan Kadis Sosial Prov-NTT, apa yang telah dilakukan Kepala Desa Hundihuk merupakan kesalahan yang tidak perlu terjadi karena yang menjadi petunjuk adalah data penerima. 



    "Kepala desa yang salah karena tidak lihat petunjuk. Pada hal petunjuk itu ada. Akibat tidak lihat petunjuk maka salah membagi kepada yang berhak menerima", jelas dia. 

    Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rote Ndao, Ferdinan Haning,  yang dimintai tanggapan, Sabtu,  (06/09/2020), melalui telepon selulernya menjelaskan telah menyelesaikan persoalan kesalahan pembagian beras JPS oleh Kepala Desa Hundihuk pada hari itu dalam hitungan jam. 



    "Masalah itu telah diselesaikan dalam hitungan jam di hari itu juga", pungkas dia. 



    Haning mengatakan Kepala Desa sudah bertanggungjawab  dengan mengganti kembali beras yang salah dibagikan.



    "Beras yang diganti juga telah dibagikan kembali kepada masyarakat yang berhak mendapat sesuai data", terang dia. 



    Diakui Ferdinan Haning, persoalan kesalahan pembagian beras JPS ini sempat dilaporkan ke Polsek Rote Barat Laut, tapi atas sarannya bersama Kapolsek agar Kepala desa dapat mengganti kembali beras yang merupakan hak masyarakat penerima maka kasusnya tidak dilanjutkan.



    Kadis Haning menambahkan, sebagai tindaklanjut dan bukti telah melakukan pembagian beras JPS sesuai prosedur, Kepala Desa berjanji akan menyerahkan tanda terima untuk diteruskan ke Dinas Sosial Provinsi NTT", tandasnya. *jh/TA


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini