• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Diduga Kades Mokekuku Tidak Adil Bagi BLT

    Jumat, 18 September 2020, September 18, 2020 WIB Last Updated 2020-09-19T05:57:11Z

    Buser Indonesia.com-Rote Ndao- Kades Mokekuku diduga tidak adil dalam pembagian bayar langsung tunai, (BLT), mengakibatkan lebih kurang 56 Kepala Keluarga, (KK), tidak mendapatkan pembagian. 


    Hal itu dikeluhkan oleh salah satu Kepala Desa yang enggan menyebut namanya di Kecamatan Rote timur, kepada media ini via telepon selularnya.


    Dia mengatakan, Kepala Desa Mokekuku Hengki Suki dalam pelayanannya tidak adil dalam membagikan Bantuan Langsung Tunai, (BLT).


    "Alasan Kades Mukekuku,  masyarakat yang tidak dapat BLT ada masukan  nama di dampak covid-19.


    Lalu dampak apalagi sehingga ada masyarakat yang tidak dapat,"ucapnya dengan balik bertanya.


    Sementara, tokoh masyarakat Desa Mokekuku, Adrianus Thedorus melalui sambungan selularnya, Jumat (18/09/2020), pukul 16:34 wita, mengaku pernyataan Kepala Desa Mokekuku Hengki Suki  terkesan membingungkan masyarakat.


    "Ada lebih kurang 50 orang di Desa Mokekuku yang tidak mendapat BLT dana covid-19", pungkasnya.


    Dia mengaku sudah menanyakan hal ini kepada Kades Mukekuku namun   alasannya membingunkan, bahwa ke-50 orang warganya baru mendapatkan BLT ketika dampak covid 19 nanti.


    "Jadi saya bilang BLT ini bukannya anggaran pemerintah bagi masyarakat karena terdampak covid sehingga tidak boleh tebang pilih dalam pembagian. 


    Namun kades tetap bersikukuh kalau nanti kami dapat pada dampak covid", terang dia. 

    Adrianus menuturkan, Kepala Desa Hengki Suki dalam menjalankan roda pemerintahannya selama ini terkesan tidak transparan dan mengorbankan rakyatnya sendiri.


    Hal itu dibuktikan dengan sebagian masyarakatnya yang tidak mendapatkan sejumlah bantuan dalam menghadapi dampak pandemi covid-19, baik itu Bantuan Sosial Tunai, (BST ), Bantuan Program Keluarga Harapan, (PKH ), serta bantuan lainnya.


    "Begitu pula dengan pembangunan. Beberapa bangunan di Desa Mukekuku menjadi mubasir, misalnya gedung TK Danalon yang pembangunannya sudah hampir belasan tahun tapi tidak  selesai. Anggaran makan dan minum anak-anak balita yang tidak direalisasikan, anggaran PKK dan Bumdes yang hingga kini tidak jelas, rimbanya, "beber dia.


    Diakhir komunikasi tersebut,  mewakili masyarakat lain, Adrianus berharap  pemerintah daerah Rote Ndao melalui Bunda Paulina Haning-Bullu agar segera menggantikan Kepala Desa Hengki Suki. Sebab akan  mencoreng nama baik pemerintah daerah di mata masyarakat.


    "Kalau oran model begini tidak usah jadi kepala Desa lagi. Orang begini kotong tidak suka lagi,"tegas Theodorus.


    Kepala Desa Mokekuku Hengki Suki hendak dimintai tanggapan melalui telepon selulernya  terdengar masuk namun yang bersangkutan tidak merespon. *TA

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini