• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Terdampak Covid 19, Pelaku UKM di Rote Ndao Tutup Usaha

    Sabtu, 29 Agustus 2020, Agustus 29, 2020 WIB Last Updated 2020-09-09T15:32:19Z


    buser-indonesia. com-Rote Ndao-Terdampak Covid-19, pelaku Usaha Kecil dan Menengah, (UKM), di Kabupaten Rote Ndao terpaksa tutup usaha.



    Ibarat, hidup segan mati tak mau, sebagian diantara mereka harus terjerat hutang karena tidak laku lagi usaha yang ditekuni.



    Para pelaku UKM ini harus stay at home sampe dengan era new normal.



    Beberapa pelaku UKM yang ditemui awak media ini mengaku,
    benar benar merasakan dampak mewabahnya covid-19.



    Biasanya mereka mendapatkan omset kotor, sebesar 400.000 rupiah per hari. Kini tidak seperti biasanya, saat ini mereka cuma memperoleh 75.000 rupiah per hari.



    Camila Foeh, pelaku UKM pada bidang minuman dan roti, kepada media dengan mata berkaca kaca, mengaku bertahan hidup dalam masa covid meskipun sangat sulit dijalaninya.



    Apapun yang terjadi, dia menuturkan harus berupaya untuk bertahan dan terus berusaha bersama dua orang tenaga kerjanya yang setia mendampinginya dalam keadaan seperti sekarang ini.



    "Saya upaya dengan berbagai daya agar usaha tetap berjalan, supaya tidak meng-PHK kedua karyawan saya yang baik hati", ujar gadis lulusan sarjana Ini.



    Gadis berparas manis ditemui di tempat usahanya, sangat berharap agar bantuan stimulan yang diluncurkan oleh Presiden Jokowi dapat mengakomodirnya sebagai salah satu penerima karena menurut dia bantuan itu sangat membantu.



    "Saya sudah mengajukan permohonan ke Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Rote Ndao", ujar Mila gadis pemalu.



    Sementara, penjual makanan online, Sanny Muloko yang bergerak pada makanan khusus RW anjing dan daging babi, juga mengaku sangat kesulitan untuk memperdagangkan jualannya pasca dampak covid-19.



    "Biasanya laris manis, tetapi begitu mewabah covid 19, omset mengalami penurun dratis karena akibat daya beli masyarakat mulai berkurang.



    Sanny juga mengungkapkan telah mengajukan permohonan ke Dinas Koperasi dan UKM, semoga sthacke holder yg terlibat dapat melihat jeritan mereka sebagai pelaku UKM.



    Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Rote Ndao, yang coba dihubungi oleh media ini lewat pesan whatsApp, dengan +62 812-8250-xxxx, sampai berita ini diterbitkan yang bersabgkutan tidak menanggapi denga balas whatsApp. *JQ.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini