• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Penumpang Masuk Rote Ndao Wajib Jalani Rapid Test

    Minggu, 30 Agustus 2020, Agustus 30, 2020 WIB Last Updated 2020-09-09T15:22:07Z

    buser-indonesia. com-ROTE NDAO-Gugus tugas covid-19, mengeluarkan pengumuman kepada masyarakat pengguna transportasi udara dan laut  yang masuk Kabupaten Rote Ndao agar wajib melakukan rapid test, baik di bandara maupun pelabuhan. 



    Pengumuman gugus tugas itu berdasarkan surat Nomor.174/GT.P3COVID,19/VIII/Kab.RN/2020, ditandatangani oleh Ketua pelaksana P3COVID-19, Drs. Jonas M Selly, MM, yang juga  Sekda Kabupaten Rote Ndao saat ini.




    Surat instruksi untuk wajib melakukan rapid test bagi penumpang yang masuk ke daerah Rote Ndao melalui transportasi udara dan laut terkesan terlambat dan bertentangan dengan edaran Gubernur NTT, Nomor. BU.550/08/DISHUB/2020, yang menjelaskan bahwa untuk perjalanan dalam wilayah NTT tidak perlu melakukan rapid test/swab pagi pelaku perjalanan.




    Ketua pelaksana gugus tugas covid-19, dihubungi via telepon seluler. Sabtu, (29/08/2020),  menerangkan, kegiatan rapid test massal yang dilakukan bagi penumpang yang masuk ke Rote Ndao bukan untuk diagnosis, (case findings), melainkan sebagai penelitian epidemiologis serta instrumen evaluasi kebijakan publik yang  diberlakukan oleh pemerintah daerah pada saat tatanan new normal. Sehingga tidak bertentangan dengan edaran Gubernur NTT,  sebab edaran Gubernur NTT, tentang bebas dokumen kesehatan bagi pelaku perjalanan dalam NTT. 



    "Kalau  kita berlakukan test rapid bagi penumpang yang berangkat baru itu salah, Kebijakan ini sifatnya gratis dan tidak menghalangi perjalanan penumpang yang tiba", papar dia dari balik telepon. 



    Disinggung terkesan seperti baru melaksanakan rapid test secara massal karena pengadaan alat rapid test baru saja tiba, atau sebagai upaya guna menghabiskan alokasi dana covid-19 yang tersisa cukup banyak, Selly membantah, bahwa  pengadaan alat rapid test sudah sejak lama sehingga pihaknya sering melayani lembaga Kepolisian dan Kejaksaan, khususnya terhadap para tahanan, ujar Jonas dengan tegas.



    Jonas Selly menjelaskan kebijakan ini diberlakukan hanya bagi penumpang yang tiba di pelabuhan Baa, Pelabuhan Pantai Baru dan Terminal Bandara DC Saudale Lekunik. Untuk itu diharapkan agar masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah sebagai bentuk evaluasi kebijakan publik bukan untuk diagnosis", tandasnya. *JQ

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini