• Jelajahi

    Copyright © Buser Indonesia

    Iklan

    Iklan

    Komisi C DPRD Rote Ndao Desak Pemda dan Polres Anulir Ijin Bagi Pengusaha Material Bangunan Keluar Daerah

    Sabtu, 29 Agustus 2020, Agustus 29, 2020 WIB Last Updated 2020-09-09T15:32:59Z


    buser-indonesia. com-Rote Ndao-Komisi C DPRD Rote Ndao  mendesak Pemerintah daerah,  (Pemdes), dan Polres agar menganulir ijin bagi pengusaha yang membawa material bangunan keluar daerah.

    Selain itu, Komisi C juga meminta supaya Polres Rote Ndao dalam   segera mengambil langkah hukum.


    Demikian laporan Komisi C DPRD Kabupaten Rote Ndao dalam  pembahasan terhadap ranperda, tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBD Tahun anggaran 2019 di ruang sidang paripurna  belum lama ini.


    Komisi C DPRD setempat pun sangat menyayangkan adanya material bangunan yang dibawah keluar dari Kabupaten Rote Ndao ke daerah lain oleh pihak ketiga tanpa ada konstribusi.


    Pada hal, Kabupaten Rote Ndao masih sangat membutuhkan material dalam pembangunan di daerah Rote Ndao.


    Sementara, hasil pantauan awak media ini di pelabuhan Ba,a – Rote Ndao pada tanggal 27 -08- 2020, telah terjadi kegiatan bongkar-muat bahan material menggunakan kapal Permata Nusantara I, sejumlah bahan material dari Kabupaten Rote Ndao dengan tujuan Sabu Raijua.


    Sedangkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber,  kegiatan bongkar muat di pelabuhan berjalan aman tanpa ada perhatian dari pihak manapun. 


    Bahkan menurut nara sumber, kalau bahan material tersebut diangkut menggunakan jasa kapal Permata Nusantara I milik salah seorang pengusaha di Rote Ndao bernama, Rofinus Fanggidae.


    Bongkar muat bahan material bangunan itu menggunakan beberapa truck yang biasanya mengangkut bahan material batu pecahan dikemas dalam karung berukuran besar yang dipindahkan oleh para portir dari mobil ke dalam kapal.


    Pengakuan Bagas Menda, salah satu petugas portir pelabuhan Ba,a, bahwa bongkar muat bahan material bangunan tersebut sudah berlangsung lebih kurang lima kali dalam dua bulan terakhir", ujar dia.


    Yanto Hello, salah seorang sopir truk fuso milik pengusaha Rofinus Fanggidae, juga merupakan salah satu kontraktor  Direktur PT. Tunas Baru Abadi menambahkan, armada angkutan tersebut benar adalah milik Rofinus Fanggidae yang sedang mengangkut bahan material bangunan dengan tujuan Kabupaten Sabu Raijua.


    Dia juga mlengaku, bahan material tersebut diangkut dari lokasi penampungan milik Rofinus Fanggidae di Kecamatan Rote tengah.


    Sedangkan, Faldi Klaas dari Perusahan Bongkar Muat, (PBM), menuturkan, tujuan muatan bahan material tersebut adalah Kabupaten Sabu Raijua.


    "Bulan Agustus ini baru sekali dan truck yang angkut bahan material bangunan ini sebanyak tujuh truk. Semuanya siap dipindahkan ke kapal Permata Nusantara I.


    Masih dijelaskan dia, jenis bahan material bangunan yang hendak diangkut oleh kapal Permata Nusantara I, berupa batu pecahan sebanyak 700 karung kemasan ukuran besar.


    "Sesuai rencana bongkar muat memakan waktu selama lima hari kerja", beber Faldi.


    Rofinus Fanggidae, yang hendak diwawancarai belum dapat dihubungi sampai dengan berita ini dipublish.


    Tokoh masyarakat Rote Ndao, Semuel Ndun menyayangkan tindakan pemerintah daerah dan kontraktor Rofinus Fanggidae yang hanya berpikir kepentingan diri tanpa melihat masa depan daerah dan anak cucu yang hidup di Kabupaten Rote Ndao, tutur dia.

     

    Semuel Ndun menambahkan,  Kabupaten Rote Ndao yang masih membangun tentu membutuhkan bahan material," ungkap dia.


    “ Sekarang kita butuh pasir  sudah sangat susah dan mahal. Masyarakat yang sedang membangun tidak bisa lagi menjangkau harga pasir karena mahal.  Sementara material batu di bawah keluar daerah. Ini hal yang aneh dan sangat tidak masuk akal lagi. 


    Mereka hanya pentingkan kemajuan daerah lain tanpa pikir daerah sendiri dan anak cucunya. Jangan karena kejar kekayaan tanpa melihat kebutuhan di daerah ini kedepan,” pungkas Ndun.


    Kata Ndun, Rofinus yang juga  putera asli Rote Ndao harusnya berpikir tentang daerah tetapi mengapa hal ini dibaikannya.


    Komisi C DPRD Kab. Rote Ndao, Semuel Ndun meminta Polres Rote Ndao agar tidak menutup mata l dengan kondisi ini karena akan menjadi masalah bagi masyarakat Rote Ndao,"pintahnya. *Jh/PE/memo

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini